Category Archive Artikel

Byadmin

Fortinet Raih Penghargaan Sebagai Vendor Keamanan Jaringan Terbaik

MAJALAH ICT – Jakarta. Fortinet perusahaan di bidang keamanan jaringan dengan performa tinggi, baru-baru ini memenangkan penghargaan Frost & Sullivan Asia Pacific sebagai Vendor Keamanan Jaringan Terbaik Tahun 2013. Penghargaan tersebut diberikan pada ajang Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Award.

Kemenangan yang diraih Fortinet merupakan penghargaan atas strategi pasar yang dinamis, inovasi produk, dan layanan pelanggan yang sangat baik dalam perbandingan dengan perusahaan sejenis. Fortinet juga mendapat penghargaan atas pertumbuhan pangsa pasar, solusi yang luas, dan akuisisi pelanggan-pelanggan besar.

Evaluasi para kandidat untuk kategori Vendor Keamanan Jaringan Terbaik dilakukan oleh juri independen terkemuka yang terdiri dari para pemimpin industri TI di Asia Pasifik serta tim analisis ICT Frost & Sullivan, yang memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Penghargaan ini mencakup Firewall/IPSec VPN, SSL VPN, dan segmen pasar IDS / IPS.

Edison Yu, Direktur Asosiasi, Asia Pasifik, Praktek ICT, Frost & Sullivan, mengatakan, pihaknya percaya kemenangan Fortinet merupakan hasil upaya pemikiran kepemimpinan yang jauh ke depan, terutama dalam bidang keamanan jaringan.

“Selain itu, kemenangan ini juga menyoroti keberhasilan vendor dalam menawarkan berbagai solusi keamanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan utama perusahaan-perusahaan modern saat ini. Dengan menanamkan pola pikir yang berorientasi pada pelanggan dan komitmen pada keunggulan teknologi, Fortinet mampu mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 36,4 persen dengan basis tahun-ke-tahun pada 2012, meskipun adanya berbagai tantangan yang muncul dalam lingkungan ekonomi makro. Hal ini memungkinkan Fortinet untuk menangkap pangsa yang lebih besar dalam segmen pasar yang sangat kompetitif,” katanya.

The Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Award, pada tahun ke 10 nya, mengakui berbagai perusahaan dan individu yang memiliki keunggulan di luar batas, paling bersinar pada persaingan, dan menunjukkan kinerja luar biasa di sektor ICT di seluruh Asia Pasifik.

Patrice Perche, Wakil Presiden Senior Fortinet untuk Penjualan Internasional & Layanan, menyambut kemenangan sebagai bukti perusahaan dan tim Asia Pasifik kami yang telah bekerja tanpa lelah untuk melayani para pelanggan. “Kami akan terus meletakkan kepercayaan kami kepada para karyawan, saluran, dan solusi kami, agar kami dapat terus berjuang menjadi pilihan untuk vendor keamanan jaringan bagi perusahaan-perusahaan di seluruh wilayah Asia Pasifik,” katanya.

Byadmin

Acronis: Kejahatan Cyber Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Acronis sebagai salah satu pemimpin global dalam industri perlindungan siber, belum lama ini mengungkapkan hasil laporan kejahatan cyber melalui laporan tahunan mereka, yaitu World Cyber Protection Week. Dalam laporannya tersebut, Acronis mengungkapkan bahwa 42% perusahaan mengalami insiden kehilangan data akibat downtime di tahun lalu. Angka yang tinggi tersebut kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa meski 90% perusahaan mencadangkan komponen TI yang harus mereka lindungi, namun hanya 41% yang mencadangkannya secara harian. Hal ini menyebabkan banyak bisnis kehilangan data yang diperlukan pada saat pemulihan.

Angka yang diungkap dalam acara World Cyber Protection Week Survey 2020 dari Acronis menggambarkan realita baru yang menunjukkan bahwa strategi dan solusi perlindungan data tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan TI modern individu maupun perusahaan. Karenanya, Acronis memperingati acara tahunan World Backup Day, yang dirayakan tanggal 31 Maret dalam bentuk pengingatan untuk mencadangkan data, dengan mengadakan World Cyber Protection Week dari tanggal 30 Maret sampai 3 April. Dimana saat ini tidak cukup hanya dengan Backup data saja namun dilengkapi dengan proteksi data dan Cyber security.

Berdasarkan hasil survei tahunan yang dilakukan kepada hampir 3.000 orang ini mengukur kebiasaan perlindungan data oleh pengguna di seluruh dunia, yang mana hampir 91% individu mencadangkan data dan pernagkat mereka, tetapi 68% masih mengalami kehilangan data akibat terhapus tidak sengaja, kegagalan hardware atau software dan backup yang tidak pernah di update. Temuan ini tentu saja menekankan akan pentingnya penerapan strategi perlindungan siber yang menyertakan pencadangan data berkali-kali setiap harinya.

Refany Iskandar, selaku Managing Director PT Optima Solusindo Informatika sebagai distributor resmi Acronis, mengungkapkan mengingkatnya serangan siber terjadi karena masih individu atau organisasi yang melakukan backup secara tradisional. Dengan begitu, mereka akan menjadi target para pelaku kejahatan siber dimana backup tersebut tidak lagi cukup untuk melindungi data, aplikasi dan sistem. Survei menunjukkan bahwa hanya mengandalkan pencadangan untuk keberlanjutan bisnis seutuhnya sangatlah berbahaya.
88% profesional TI mengutamakan ransomware, 86% – pembajakan kripto, 87% – serangan rekayasa social engineering seperti phishing, dan 91% – pembobolan data. Pengguna personal: hampir sama tinggi, naik 33% dibandingkan dengan survey Acronis 2019. 30% pengguna personal dan 12% profesional TI tidak akan tahu jika data mereka diubah mendadak.

Meningkatnya penipuan siber terkait dengan meningkatnya virus COVID-19 yang terdeteksi di Asia dalam 2 minggu terakhir, di Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, dan banyak lagi. Sementara itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar. Pelaku cyber crime memanfaatkan ketakutan dan kekacauan yang disebabkan oleh pandemi global ini.

Untuk memastikan perlindungan lengkap, pencadangan yang aman harus menjadi bagian dari pendekatan perlindungan siber komprehensif dari sebuah perusahaan, termasuk alat perlindungan ransomware, disaster recovery, cyber security, dan perangkat manajemen. Pendekatan terintegrasi mendalam ini juga memenuhi Lima Vektor Cyber Securiry; memberikan keselamatan, aksesibilitas, privasi, autentisitas, dan keamanan (safety, accessibility, privacy, authenticity, dan security atau SAPAS) untuk semua data, aplikasi, dan sistem.

Byadmin

Keuntungan Menggunakan Office 365 untuk Perusahaan

Microsoft Office 365 adalah sebuah paket layanan produk dari Microsoft yang berfungsi untuk memberikan efisiensi kerja serta meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan Anda. Layanan ini berbasis cloud, sehingga Anda tidak perlu menginstal layanan ini di perangkat yang lain cukup dengan menggunakan koneksi internet. Berbagai keuntungan menggunakan Office 365 yang dapat Anda rasakan adalah sebagai berikut :

Dengan menggunakan Office 365 Anda akan mendapatkan versi terbaru aplikasi Office seperti Excel, Word, PowerPoint, dan Outlook. Selain itu, Anda akan selalu mikiliki fitur, peralatan baru, pembaruan keamanan, dan perbaikan bug terkini. Versi office Anda akan selalu ditingkatkan dan Anda akan mendapatkan semua fitur pembaruan terkini.

Dengan Office 365, Anda dapat menginstal Office 365 di semua perangkat dan masuk ke lima perangkat sekaligus, sehingga Anda dapat menggunakannya dimana saja pada perangkat apapun termasuk PC, Mac, Tablet, dan Telepon. Terkait dengan penyimpanan, file Anda akan tersimpan aman di cloud dan Anda dapat mengakses file tersebut dari mana saja. Anda akan mendapatkan 1TB penyimpanan cloud OneDrive.

Dengan Office 365, Anda dapat bekerja secara lebih mudah dan efisien karena didukung oleh intelligent apps seperti Smart Lookup, Tell Me, Morph, dan Designer yang dapat memandu Anda dalam mengerjakan pekerjaan Anda.
Hadirnya keunggulan-keunggulan tersebut, tentunya membuat Office 365 menjadi salah satu hal yang dapat membantu Anda dalam meningkatkan produktivitas Anda. Jika Anda atau perusahaan Anda membutuhkan Office 365.

Byadmin

Kaspersky: Serangan Siber Canggih Melanda Asia Tenggara di 2019

TEMPO.CO, Jakarta – Kaspersky mengungkap peningkatan aktivitas kelompok-kelompok Advanced Persistent Threats (APT) utama yang melancarkan kegiatan spionase siber (cyberspionage) canggih pada 2019.

Pelaku kejahatan siber ini meluncurkan alat serangan baru, termasuk memata-matai malware ponsel demi mencapai tujuannya, yaitu mencuri informasi dari entitas, organisasi pemerintah, militer dan organisasi di wilayah Asia Tenggara.

“Serangan APT lebih kompleks, dengan banyak komponen, termasuk phishing dalam email, spyware, rootkit,” ujar Dony Koesmandarin, Manajer Wilayah Indonesia Kaspersky, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

“Serangan mereka memanfaatkan sembarang pengguna, untuk menargetkan sasaran yang lebih besar, seperti jaringan perusahaan atau pemerintah.”

Dony mengatakan grup APT menjalankan operasi mereka dalam jangka panjang, bertahun-tahun, dengan mengembangkan alat yang jauh lebih canggih. “Mereka mengumpulkan data pengguna, kemudian melakukan monitoring untuk waktu yang lama,” ujar Dony.

Meskipun demikian, menurut Dony, penjahat siber sebelum melakukan langkah canggih tersebut, akan melakukan uji coba dengan cara yang lebih mudah. “Di antaranya dengan rekayasa sosial, memanfaatkan kondisi orang yang lemah dan lupa. Dan celah keamanan yang paling mudah adalah password,” ujar Dony.

Setelah berhasil memasuki sistem pengguna dengan cara yang relatif mudah, penjahat siber APT mulai mengkoleksi data dan memasukkan agen ke dalam jaringan perusahaan atau pemerintah.

Masalahnya dengan APT adalah sangat sulit dikenali antivirus tradisional. “APT membuat malware yang disisipkan ke driver-driver, sehingga tidak bisa dideteksi,” ujar Dony.